| No. | Nama | Judul |
| 1. | A. Ika muhardianty amal | |
| 2. | A. Adnan | Pengaruh kualitas udara dalam ruangan ber-AC terhadap gangguan kesehatan. |
| 3. | A. Daramuseng | |
| 4. | A. Wahyuniarty amal | |
| 5. | Ady atmah | |
| 6. | Ana utami zainal | |
| 7. | Andi afriyani safitri | Pencemaran air tanah akibat pembuangan limbah domestik di lingkungan kumuh |
| 8. | Andi nurfaijah | |
| 9. | Armin m | |
| 10. | Dwi ayu anggriani muhtar | Tahap pencemaran dan kandungan kromium (Cr) pada air dan tanah di daerah aliran sungai code yogyakarta. |
| 11. | Dwi endah lestari | |
| 12. | Dwi sulistio | |
| 13. | Evi ratnasari | |
| 14. | Faisal | Dampak pencemaran logam berat terhadap kualitas air laut dan sumber daya perikanan |
| 15. | Fauziah novianty | Perubahan iklim global dan kaitan dengan pencemaran air. |
| 16. | Fitriastuty maulana | |
| 17. | Gladis santy dewi | |
| 18. | Hasmiaty | Pencemaran udara dengan kebisingan sumber energi diesel. |
| 19. | Hijrah darwis | |
| 20. | Husnul khairah | |
| 21. | Ika handayani | Tinjauan terhadap tailing mengandung unsur pencemar arsen (as), merkuri (hg), timbal (pb), dan kadmium (cd) dari sisa pengolahan bijih logam |
| 22. | Iwan suryadi | Analisis kualitas air sungai secara cepat menggunakan makrobentos studi kasus sungai cikapundung. Teknologi pengolahan air tanah sebagai sumber air minum pada skala rumah tangga. Biomonitoring degradasi ekosistem akibat limbah CPO di muara sungai mentaya kalimantan tengah dengan metode elektrof isozim esterase. |
| 23. | Jumriana | |
| 24. | Khairah kadir | Profil pencemaran logam berat pada air permukaan dan seiemn disekitar industri PT X sungai cikijing. |
| 25. | Muh. Azwar arifuddin | |
| 26. | Mustafainal ahyar | |
| 27. | Nitzar zakaria | Dampak bising dan kualitas udara pada lingkungan kota denpasar. Dampak pencemaran air terhadap kesehatan lingkungan dalam perspektif hukum lingkungan. |
| 28. | Nizar fahmi wasir | |
| 29. | Nurhikmah | Kajian klorofil dan karotenoid plantago major L. Dan phaseolus vulgaris L. Sebagai bioindikator kualitas udara. |
| 30. | Nurlinda sudirman | |
| 31. | Nursiah arnita | |
| 32. | Rahmat zarkasyi r | Pola penyebaran gas no2 di udara ambien kawasan utara kota semarang pada musim kemarau menggunakan program isct3 |
| 33. | Ratnawaty | Deteksi pencemaran timah hitam (Pb) darah dalam masyarakat yang terpajan timbal (plumbum). |
| 34. | Riski dwi latifah | Pencemaran air raksa (Hg) sebagai dampak pengolahan bijih emas di sungai Cillinggung waluran kabupaten sukabumi. |
| 35. | Reski ahmad rifai | |
| 36. | Shinta permatasari | Dampak aktifitas masyarakat terhadap tingkat pencemaran air laut di pantai kuta kab. Badung serta upaya pelestarian lingkungan/ |
| 37. | Siti amirawati amri | Penelitian lingkungan pntai dan logam berat pariaman-padang –bungus teluk kabung sumatera barat. |
| 38. | Triana | Kajian kualiti air tasik kejuruteraan UKM ke arah mewujudkan kampus lestari dan mesra alam |
| 39. | Vovi novianty | Analisis kualitas air sumur gali dikawasan pariwisata sanur |
| 40. | Yuyun nirwana zubair | |
public health
Minggu, 06 Maret 2011
Jumat, 22 Oktober 2010
jurnal toksikologi
JURNAL TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN
No. Nama Judul jurnal
1. Jumriana
- Penelitian toksisitas akut ( LD50 ) sediaan ekstrak tanaman obat penyusun ramuan fluor albus pada mencit putih
- Toksisitas akut isolate fraksin heksana daun dhedrapthoe pentandre yang mempunyai aktifitas imunosimultan
- Uji toksisitas akut etanolik tersandar dari klit akar senggugu
2. Andi wahyuniarti
- Pengaruh pemberian ekstrak etanol daun johar
- Koleso tumbuhan berkhasiat afrodisiaka yang aman.
- Uji tosisiats akut ekstrak etanol daun dewan daru peroral pada tikus garus sparague deuley
3. Vovi
- Uji analgetik infuse rimpang lempuyang yang pahit.
- Pengaruh isolate herba vernonia cinerea terhadap spermatogenesis tikus putih
- Pengaruh aktifitas neurologikinfus beralu the terhadap aktifitas system imun mencit
4. Iwan
- Penentuan kendungan kimia dan uji toksisitas ekstrak etanol buah merah
- Pengaruh pemebrian kombinasi minyak atsiri temulawak dan ekstrak kunyit dibandingkan dengan piroksikam terhadap angka leukosit cairan sendi penderita dengan osteoarthritis lutut
- Uji pendahuluan tolsisitas ekstrak curcuma xanthorhiza roxb. Curcuma aerug dan kaempferia pandurata
5. tuti
- pengujian ld50 ekstral etanol biji b uah duku ( lansim domesticum corr ) pada mencit
- pengujian toksisitas akut ld50 etanol buah belimbing wuluh
- penentuan ld50 dau cinco pada mencit
No. Nama Judul jurnal
1. Jumriana
- Penelitian toksisitas akut ( LD50 ) sediaan ekstrak tanaman obat penyusun ramuan fluor albus pada mencit putih
- Toksisitas akut isolate fraksin heksana daun dhedrapthoe pentandre yang mempunyai aktifitas imunosimultan
- Uji toksisitas akut etanolik tersandar dari klit akar senggugu
2. Andi wahyuniarti
- Pengaruh pemberian ekstrak etanol daun johar
- Koleso tumbuhan berkhasiat afrodisiaka yang aman.
- Uji tosisiats akut ekstrak etanol daun dewan daru peroral pada tikus garus sparague deuley
3. Vovi
- Uji analgetik infuse rimpang lempuyang yang pahit.
- Pengaruh isolate herba vernonia cinerea terhadap spermatogenesis tikus putih
- Pengaruh aktifitas neurologikinfus beralu the terhadap aktifitas system imun mencit
4. Iwan
- Penentuan kendungan kimia dan uji toksisitas ekstrak etanol buah merah
- Pengaruh pemebrian kombinasi minyak atsiri temulawak dan ekstrak kunyit dibandingkan dengan piroksikam terhadap angka leukosit cairan sendi penderita dengan osteoarthritis lutut
- Uji pendahuluan tolsisitas ekstrak curcuma xanthorhiza roxb. Curcuma aerug dan kaempferia pandurata
5. tuti
- pengujian ld50 ekstral etanol biji b uah duku ( lansim domesticum corr ) pada mencit
- pengujian toksisitas akut ld50 etanol buah belimbing wuluh
- penentuan ld50 dau cinco pada mencit
Rabu, 20 Oktober 2010
kuliah toksikologi
NAMA : IWAN SURYADI
NIM : 70200108042
A. KLASIFIKASI TOKSIKOLOGI BERDASARKAN TOKSISITAS.
1. Akut : paparan singkat bahan toksik dengan efek seketika.
Contoh : asam sianida dengan dosis 0,001 mg/l, SO2 ( 0,009 mg/l )
2. Sub akut : paparan yang terjadi kurang dari 14 hari
Contoh : Glukoma Glaukoma adalah suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan intraokular (TIO) abnormal yang mengakibatkan kerusakan saraf optik dan gangguan pada sebagian atau seluruh lapangan pandang.1,2,3,4,5
Dikenal trias glaukoma yaitu peningkatan TIO, kerusakan saraf optik dan penyempitan lapang pandang.2 Glaukoma subakut adalah suatu keadaan dimana terjadinya episode peningkatan TIO yang berlangsung singkat dan rekuren. Episode penutupan sudut membaik secara spontan, tetapi terjadi akumulasi kerusakan pada sudut di kamera okuli anterior berupa pembentukan sinekia anterior perifer. Kadang-kadang penutupan sudut subakut berkembang menjadi penutupan akut.6
Kunci untuk diagnosis terletak pada riwayat. Akan dijumpai riwayat serangan nyeri unilateral berulang, kemerahan dan kekaburan penglihatan yang disertai oleh halo disekitar cahaya. Serangan lebih sering pada malam hari dan sembuh dalam semalam
3. Kronis : paparan berulang dengan masa tunda yang lama antara paparan pertama dengan efek yang merugikan kesehatan.
Contoh : benzena dan hidrokarbon aromatik dengan dosis 7 g/m3 jika mengalami efek kronik dapat menyebabkan abnormalita darah, defisiensi leukosit
4. Sub kronis : paparan yang terjadi selama 3 bulan secara terus menerus
Contoh : benzena dan hidrokarbon aromatik
B. BAHAN-BAHAN BERACUN DI LINGKUNGAN ORGANIK DAN ANORGANIK
1. AN- ORGANIK / ABIOTIK
Contoh :
Nama bahan beracun dosis efek
ozon 1 ppm Iritasi mata, sitem pernapasan atas paru, sakit kepala
Klorin 10-20 ppm Selaput lendir saluran napas
sianida 60-90 mg Mengganggu fungsi enzim sehiongga metabolime terhenti.
Karbon monoksida Konsentrasi 10 ppm dalam udara Memperlemah kesadaran
Nitrogen oksida 200-700 ppm Mengganggu sistem enzm, radikal bebas
2. ORGANIK/ BIOTIK
Nama bahan beracun dosis efek
Benzena dan hidrokarbon aromatik 7 g/m3 Keracunan akut dalam satu jam
toluene 200 ppm(masih bisa ditolerir)500 ppm Sakit kepala, mual, gangguan sistem kordinasi tanpa efek fisiologis yang bisa teramati.
3. BIOTIK
Nama bahan beracun dosis efek
Solonum tuberosum ((kentang) inhibitor kolinesterase
Tetanospasfin ( C. Tetani ) neurotoksik
Aflatoksin ( fungi jagung )
karsinogenik
4. ABIOTIK
Nama bahan beracun dosis Efek
Logam berat
Logam ringan
Logam esensial
ddt (dichlor dinitro toluena)
pcb (polychlor bifenil)
pah (policyclic aromatic hidrocarbon)
Sumber rujukan :
a. http://igdrsudbuol.blogspot.com
b. Toksikologi lingkunganppt
c. www.wordpress.com
d. toxicology
NIM : 70200108042
A. KLASIFIKASI TOKSIKOLOGI BERDASARKAN TOKSISITAS.
1. Akut : paparan singkat bahan toksik dengan efek seketika.
Contoh : asam sianida dengan dosis 0,001 mg/l, SO2 ( 0,009 mg/l )
2. Sub akut : paparan yang terjadi kurang dari 14 hari
Contoh : Glukoma Glaukoma adalah suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan intraokular (TIO) abnormal yang mengakibatkan kerusakan saraf optik dan gangguan pada sebagian atau seluruh lapangan pandang.1,2,3,4,5
Dikenal trias glaukoma yaitu peningkatan TIO, kerusakan saraf optik dan penyempitan lapang pandang.2 Glaukoma subakut adalah suatu keadaan dimana terjadinya episode peningkatan TIO yang berlangsung singkat dan rekuren. Episode penutupan sudut membaik secara spontan, tetapi terjadi akumulasi kerusakan pada sudut di kamera okuli anterior berupa pembentukan sinekia anterior perifer. Kadang-kadang penutupan sudut subakut berkembang menjadi penutupan akut.6
Kunci untuk diagnosis terletak pada riwayat. Akan dijumpai riwayat serangan nyeri unilateral berulang, kemerahan dan kekaburan penglihatan yang disertai oleh halo disekitar cahaya. Serangan lebih sering pada malam hari dan sembuh dalam semalam
3. Kronis : paparan berulang dengan masa tunda yang lama antara paparan pertama dengan efek yang merugikan kesehatan.
Contoh : benzena dan hidrokarbon aromatik dengan dosis 7 g/m3 jika mengalami efek kronik dapat menyebabkan abnormalita darah, defisiensi leukosit
4. Sub kronis : paparan yang terjadi selama 3 bulan secara terus menerus
Contoh : benzena dan hidrokarbon aromatik
B. BAHAN-BAHAN BERACUN DI LINGKUNGAN ORGANIK DAN ANORGANIK
1. AN- ORGANIK / ABIOTIK
Contoh :
Nama bahan beracun dosis efek
ozon 1 ppm Iritasi mata, sitem pernapasan atas paru, sakit kepala
Klorin 10-20 ppm Selaput lendir saluran napas
sianida 60-90 mg Mengganggu fungsi enzim sehiongga metabolime terhenti.
Karbon monoksida Konsentrasi 10 ppm dalam udara Memperlemah kesadaran
Nitrogen oksida 200-700 ppm Mengganggu sistem enzm, radikal bebas
2. ORGANIK/ BIOTIK
Nama bahan beracun dosis efek
Benzena dan hidrokarbon aromatik 7 g/m3 Keracunan akut dalam satu jam
toluene 200 ppm(masih bisa ditolerir)500 ppm Sakit kepala, mual, gangguan sistem kordinasi tanpa efek fisiologis yang bisa teramati.
3. BIOTIK
Nama bahan beracun dosis efek
Solonum tuberosum ((kentang) inhibitor kolinesterase
Tetanospasfin ( C. Tetani ) neurotoksik
Aflatoksin ( fungi jagung )
karsinogenik
4. ABIOTIK
Nama bahan beracun dosis Efek
Logam berat
Logam ringan
Logam esensial
ddt (dichlor dinitro toluena)
pcb (polychlor bifenil)
pah (policyclic aromatic hidrocarbon)
Sumber rujukan :
a. http://igdrsudbuol.blogspot.com
b. Toksikologi lingkunganppt
c. www.wordpress.com
d. toxicology
Minggu, 17 Oktober 2010
Langganan:
Postingan (Atom)